RSS Feed

PUISI IBU ~ WS. RENDRA

Posted by Unknown


IBUNDA

Engkau adalah bumi, Mama
aku adalah angin yang kembara
Engkau adalah kesuburan atau restu atau kerbau bantaian.
Kuciumi wajahmu wangi kopidan juga kuinjaki sambil pergikerna wajah bunda adalah bumi Cinta dan korban tak bisa dibagi.

Pembaptisan percintaan

Posted by Unknown


Matahari pulang, wajah malam datang murung
diantar rembulan putih sesabit
termakan hitam mega mendung
Geletar sinar mengiris langit
bercucuran air dari kaki langit, Membasahi kelopak jendela hati

Gabus panjang untuk sepasang
pasrah, tertusuk hawa dingin
Dedaun terlambai angin
bersembunyilah bintang tanpa sarang

Di garis putua-putus jalur persinggahan
disemprot ricik air tak suci
kau duduk penuh kepasrahan
tenggelam dalam laut doa ketabahan
membulatkan tekadku, untuk menarik, menghempas semua pelik

Akhirnya kita masuk dalam kotak suci kubus
seluruh tubuh basah sekaligus
dan kita, masih mampu ciptakan kembang api kita sendiri
dengan saling berpeluknya jari-jari
kita acuhkan percik dan terompet awal tahun ini
Dan cinta, telah bertahta ditempat yang lebih suci dari hati
Di kursi tertinggi paling kudus

KURA-KURA MONCONG BABI

Posted by Unknown


Hari berputar dari awal lagi
hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan, bergembira menyambut mentari
dengan sinar yang tak pernah ditinggalkannya

Di dasar laut
tempurung kura-kura moncong babi mulai beringsut
kepala dan kakinya mulai keluar
siap berlomba dengan para lumba-lumba

Terbanglah dia dalam air
tanpa sayap yang melebar
mengendap-endaplah dia diatas pasir
seperti ditinggalkan separuh ruhnya

Sedang di dunia lain daun-daun melambai-lambai
burung-burung mengepakkan sayap
berusaha merengkuh sinar mentari dalam dekap

Dan saat mentari belum berubah jadi matahari
sang kura-kura telah pulang
kembali menyelam untuk melayang
untuk hidup lebih panjang.

Diam-diam

Posted by Unknown


Saat hujan bercucuran dari langit matamu
guyurkan seluruh kepedihan
kuyuplah jantungku
menggigil penuh penyesalan

Menyesal
ialah sebuah mata air doaku
untukku mencipta anak-anak sungai
mengalir lembut pada samudra hatimu, tanpa ragu

Kubuka jendela kamar
berharap rasakan rindumu ada disini
bersama sinar mentari
namun, kicau burung camar yang terdengar

Tidakkah kau dengar bisikan angin
atau dosaku yang terlalu besar dan menutup telingamu?
kekasihku, maafkan aku

Kekasihku
kau sebut aku bocah banyak tingkah
tak menghiraukanmu
Jujur, itulah caraku
menjadikanmu bukan wanita manja

MEMBEBAR HATI

Posted by Unknown


Purnama memekar di langit-langit
tebar serbuk geletar sinarnya
sejoli penyungging janur asmara
girang bebas dari pingit

Nyanyian inang berpesta kini
debarkan ruang bernadi
merah mawar tersibak jari kanan
seprei anyar berhias gincu perawan.

Sekedar berucap sepatah dua
ranjang pengantin lelap meledek
punggung malam kian berduka
anak adam menyulam puisi pendek.

"Inikah Merdeka?"

Posted by Unknown



Berjalan aku di tepi pantai
Daratan yang disebut zamrut katulistiwa
Indah memang
Tapi itu dulu sayang

Berbeloklah aku menuju hutan
Yang sejuk seperti taman
Namun kecewalah aku
Masuk pintu kaca silau terlalu

Hingar bingar parodi pasar
Pun beceknya telah membatu
Liuk mewarna ular berjalan
Suara gitar muncul darinya berdesakan

Dan aku melihat pembicaraan raja telah dimulai
Dengan janji-janji berliur rupiah
Ah,,.. memang aku tak salah
Ku sebutlah dia penyamun tanpa belati

Kidung Rumeksa Ing Wengi ~ Sunan Kalijaga

Posted by Unknown


Ana kidung rumekso ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahi kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
miwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirno

Sakehing lara pan samya bali
Sakeh ngama pan sami miruda
Welas asih pandulune
Sakehing braja luput
Kadi kapuk tibaning wesi
Sakehing wisa tawa
Sato galak tutut
Kayu aeng lemah sangar
Songing landhak guwaning
Wong lemah miring
Myang pakiponing merak

Pagupakaning warak sakalir
Nadyan arca myang segara asat
Temahan rahayu kabeh
Apan sarira ayu
Ingideran kang widadari
Rineksa malaekat
Lan sagung pra rasul
Pinayungan ing Hyang Suksma
Ati Adam utekku baginda Esis
Pangucapku ya Musa

Napasku nabi Ngisa linuwih
Nabi Yakup pamiyarsaningwang
Dawud suwaraku mangke
Nabi Brahim nyawaku
Nabi Sleman kasekten mami
Nabi Yusuf rupeng wang
Edris ing rambutku
Baginda Ngali kuliting wang
Abubakar getih daging
singgih
Balung baginda ngusman

Sumsumingsun Patimah linuwih
Siti aminah bayuning angga
Ayup ing ususku mangke
Nabi Nuh ing jejantung
Nabi Yunus ing otot mami
Netraku ya Muhamad
Pamuluku Rasul
Pinayungan Adam Kawa
Sampun pepak sakathahe para nabi
Dadya sarira tunggal


CINTA dalam Al Qur’an

Posted by Unknown

Kata cinta dalam Al Qur’an disebut "Hubb" (mahabbah) dan "Wudda" (mawaddah), keduanya memiliki arti yang sama yaitu menyukai, senang, menyayangi.

Sebagaimana dalam surat Ali Imron : 14, “Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah SWT lah tempat kembali yang baik (surga).” Dalam ayat ini Hubb adalah suatu naluri yang dimiliki setiap manusia tanpa kecuali, baik manusia beriman maupun manusia yang tidak beriman kepada-Nya

Adapun Wudda dalam surat Maryam : 96, “ Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal sholeh, kelak Allah SWT yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka kasih sayang ” jadi Wudda (kasih sayang) diberikan Allah SWT sebagai hadiah atas keimanan, amal baik manusia. Dipertegas lagi dalam surat Ar Rum : 21, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tentram kepada-Nya, dan dijadikan oleh-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” Dalam ayat inipun Allah SWT menggambarkan ‘cenderung dan tentram’ yang dapat diraih dengan pernikahan oleh masing-masing pasangan akan diberi hadiah kasih sayang dan rahmat.

Dalam fil gharibil Qur’an dijelaskan bahwa hubb sebuah cinta yang meluap-luap, bergejolak. Sedangkan wudda adalah cinta yang berupa angan-angan dan tidak akan terraih oleh manusia kecuali Allah  SWT menghendakinya, hanya Allah SWT yang akan memberi cinta-Nya kepada hamba yang dkehendaki-Nya. Allah SWT yang akan mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu belanjakan seluruh kekayaan yang ada di bumi, niscaya kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan cinta jika Allah SWT tidak menghendaki. Oleh karena itu teraihnya cinta pada satu pasangan itu karena kualitas keimanan ruhani pasangan tersebut. Semakin ia mendekatkan diri kepada sang Maha Pemilik Cinta maka akan semakin besarlah cinta yang Allah SWT berikan pada pasangan tersebut.

Cinta inilah yang tidak akan luntur sampai di hari akhir nanti sekalipun maut memisahkannya, cinta yang atas nama Allah SWT, mencintai sesuatu atau seseorang demi dan untuk Allah SWT.

Puisi Terakhir~WS. Rendra

Posted by Unknown


Aku lemas
Tapi berdaya

Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal
Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar

Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi
Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah

Tuhan, aku cinta padamu