Matahari pulang, wajah malam datang murung
diantar rembulan putih sesabit
termakan hitam mega mendung
Geletar sinar mengiris langit
bercucuran air dari kaki langit, Membasahi kelopak jendela hati
Gabus panjang untuk sepasang
pasrah, tertusuk hawa dingin
Dedaun terlambai angin
bersembunyilah bintang tanpa sarang
Di garis putua-putus jalur persinggahan
disemprot ricik air tak suci
kau duduk penuh kepasrahan
tenggelam dalam laut doa ketabahan
membulatkan tekadku, untuk menarik, menghempas semua pelik
Akhirnya kita masuk dalam kotak suci kubus
seluruh tubuh basah sekaligus
dan kita, masih mampu ciptakan kembang api kita sendiri
dengan saling berpeluknya jari-jari
kita acuhkan percik dan terompet awal tahun ini
Dan cinta, telah bertahta ditempat yang lebih suci dari hati
Di kursi tertinggi paling kudus