Perempuan Pagi
Posted by
Sedikit cerita boleh dong, sebuah pengalaman pribadi tentang pagi dan perempuan, yang menurutku membahagiakan.
Hari pertama aku hanya nulis di twitter dengan makian-makian pada alarm hapeku sendiri, dan pada alarm hape teman. dua-duanya telat membangunkanku untuk shalat shubuh. dan hari kedua aku kembali melakukan hal yang sama, secara tiba-tiba dia membalas tulisanku dengan dua kata saja *sodirin peci*, dan aku membalasnya dengan ucapan terima kasih. ah entah dari mana asalnya aku dan dia bisa saling follow (bahasa twitter).
Selesai shalat obrolan kita berlanjut, dia menawarkan diri untuk membangunkanku tiap shubuh, dan secara spontan aku meng-iya-kan, tanpa berfikir bagaimana caranya bisa membangunkan lewat twitter. hari berikutnya dia benar membangunkanku lewat twitter, dan anehnya aku benar-benar merasa ada yang berbisik di telingaku untuk mengajakku beranjak dari tempat tidur, aneh tapi benar adanya.
Kita semakin akrab dengan obrolan lewat twitter, yang berlanjut dengan pesan singkat dan telefon. Semua terasa sangat indah waktu waktu itu, sebelum aku benar-benar sadar kalau aku jauh hari telah berpunya, dan ketakutanku mulai muncul, bukan takut jika aku benar-benar jatuh cinta padanya, tapi takut jika dia benar-benar jatuh cinta padaku (sedikit GR). Dengan keadaanku yang "sudah beristri", ini semua kesalahanku yang terlalu bermanis-manis padanya, tapi dia sungguh menarik, sangat berbeda dengan banyak wanita yang ada, selain lucu, dia juga dewasa dan cerdas. mungkin itu yang membuatku tertarik.
Dan sekarang sepertinya semuanya akan menjadi sebuah cerita dua hati, yang tak pernah menyatu, seperti lagunya drive yang judulnya melepasmu. sedikit demi sedikit aku menghindarinya, tidak ingin terlalu memberi harapan yang terlalu manis, yang akhirnya nanti dapat menyakitinya.
Hai kamu, perempuan yang pernah menorehkan banyak senyum di bibirku, jika kau membaca tulisanku ini, maafkan aku. ini ada sebait puisi untukmu.
Perlahan langitku mulai gelap
bukan oleh malam ataupun mendung
darinya tetesan air berjatuhan di dasar jantung
ada senyum manjamu disana seakan enggan terlelap
meski bulan dan matahari bergantian mengawasi
oh perempuan yang dipertemukan pagi
maafkan aku, hanya bisa menyimpanmu dihati. sendiri.
